• Summarecon. -IST-

Pertumbuhan Tipis, Sektor Properti Masih Lesu

Pertumbuhan Tipis, Sektor Properti Masih Lesu

Wed, 08/21/2019 - 06:09
Posted in:
0 comments

LESUNYA sektor properti seperti diungkapkan sejumlah kalangan, bukanlah isapan jempol. Terbukti dari laporan keuangan sejumlah emiten properti.

Beberapa dari mereka menunjukkan pertumbuhan pendapatan tipis pada semester I-2019, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, ada pula yang justru menunjukkan kinerja negatif. Artinya, meski ada aktivitas jual beli, namun pencapaiannya jauh di bawah catatan periode semester I-2018.

PT Summarecon Agung Tbk, misalnya, hanya berhasil meraup pertumbuhan pendapatan 0,52 persen pada semester pertama tahun ini.

Dilansir dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, pendapatan yang dibukukan Perseroan sebesar Rp 2,67 triliun atau naik Rp 14 miliar bila dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp 2,66 triliun.

Sementara dari aspek laba, emiten bersandi SMRA ini mencatat kenaikan Rp 15 miliar (7,4 persen) yaitu dari Rp 201,26 miliar menjadi Rp 216,32 miliar.

Kondisi serupa juga ditunjukkan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang hanya mampu menorehkan kenaikan pendapatan 3,85 persen yaitu dari Rp 3,37 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Sedangkan laba bersih mengalami kenaikan 20,3 persen yaitu dari Rp 1,13 triliun menjadi Rp 1,36 triliun.

Sementara Ciputra Development Tbk (CTRA) mendulang pendapatan Rp 3,14 triliun pada tengah tahun pertama, atau naik 12,1 persen, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 2,8 triliun. Ada pun untuk laba bersih mengalami pertumbuhan 42,3 persen yaitu dari Rp 224,9 miliar menjadi Rp 320,2 miliar.

Pencapaian cukup gemilang diraih PT Puradelta Lestari Tbk yang berhasil mencatat pertumbuhan pendapatn sebesar 299,2 persen yaitu dari Rp 247 miliar pada Semester I-2018 menjadi Rp 985 miliar pada Semester I-2019.

Dari sisi laba bersih, emiten bersandi DMAS ini juga mengalami peningkatan hingga 567,2 persen yakni dari Rp 94 miliar menjadi Rp 626 miliar.

Direktur Independen Puradelta Lestari, Tondy Suwanto mengungkapkan, capaian signifikan ini disumbang marketing sales pada semester pertama tahun ini.

"Permintaan akan lahan di Kota Deltamas memang telah meningkat dari akhir tahun lalu, yang kemudian dapat kami konversikan sebagai penjualan. Bahkan, hingga saat ini, masih ada sekitar 150 hektar permintaan lahan industri di Kota Deltamas," kata Tondy dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari Kontan, Jumat (26/7/2019) lalu.

Capaian serupa juga dirasakan PT Pollux Properti Indonesia Tbk (POLL) yang mencatat kenaikan pendapatan dan laba. Pada Semester I-2019 ini, pendapatan POLL sebesar Rp 403,5 miliar atau naik 197,3 persen dibandingkan periode yang sama 2018, yakni Rp 135,7 miliar. Sementara dari sisi laba bersih, POLL berhasil membukukan kenaikan 302,4 persen yaitu dari Rp 20,7 miliar menjadi Rp 83,3 miliar.

Sebaliknya dengan dua emiten properti berikut, harus menerima kenyataan hanya berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan semester I-2019 jauh di bawah capaian semester I-2018. Mereka adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) yang hanya mampu mencatat pendapatan sebesar Rp 1,28 triliun pada semester pertama tahun ini.

Capaian tersebut jeblok 41,5 persen bila dibandingkan semester I-2018 yang mencapai Rp 2,19 triliun. Sedangkan perolehan laba bersih turun 70,9 persen yaitu dari Rp 517,7 miliar menjadi Rp 150,4 miliar.

Sementara itu PT Agung Podomoro Land Tbk harus menerima kenyataan mengalami penurunan pendatan 21,6 persen yaitu dari Rp 2,5 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp 1,96 triliun pada semester I-2019.

Penurunan pendapatan ini disebabkan marketing sales APLN yang turun pada semester pertama tahun ini. Dilansir koran Kontan, marketing sales yang berhasil dikumpulkan hingga Juni 2019 hanya sebesar Rp 884,4 miliar atau turun 60,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,42 triliun.

Penjualan proyek Podomoro Golf View dan Podomoro Park Bandung memberikan kontribusi terbesar pada marketing sales yaitu mencapai 50 persen. Kendati pendapatan turun, namun APLN masih mencatat laba bersih pada Semester I-2019 sebesar Rp 143,38 miliar. Capaian tersebut naik 132 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 61,8 miliar.

//[KOMPAS.com/01]